Langsung ke konten utama

Cerpen - SAHABAT JADI CINTA



Sahabat Jadi Cinta

Pagi itu adalah hari pertama ku di sekolah SMK. Bukan hanya sekolahku yang baru,tapi aku juga mempunyai dua sahabat baru disana,mereka adalah teman-temanku di SMP dulu. Tapi dulunya kita tidak sedekat ini.  Sebut saja mereka Ravel dan Alka. Ravel adalah sahabat cowokku yang paling ganteng.dan Alka adalah sahabat cewekku yang paling cantik dah,,, J
“Ian....mau ikut aku gak..?”  Kata Alka tiba-tiba
“Astaagfirullah,ngagetin aja kamu Ka,, kemana sihh..??” Kataku sambil noleh ke arahnya..
“Ke kantin lahh,, Ikut yukk..!! aku malu kalo sendiri ke sana.. Please... “ Pake wajah melas
“Iihh biasa aja dong ekspresinnya,kayak tikus lagi kejepit aja .. hahaha !!” Ejekku dengan menirukan gaya Alka kalo lagi melas.
“Eh emang Ravel kemana  tuh ? kok aku dari  tadi gak ngelihat batang idungnya ?? Tumben tuh anak jam segini belom datang...” Tanyaku penasaran.
“Tapi,emang bener Ravel belom datang jam segini,biasannya dia paling pagi kalo datang ke sekolah.. Kenapa  ya sama dia ??” Pikirku Khawatir.
“Siiehh... Biarin aja Cuma Ravel,Ian. Paling ban sepedannya lagi bocor.Itu kan udah kebiasaan dia waktu SMP.” Jawab Alka dengan santai sambil memainkan rambutnya yang pirang  dan panjang.
“Emm .. Iya kahh..?”
“Tapi.....”
Belom selesai aku bicara,tangan ku udah di tarik oleh Alka..
“Ah kamu nih lama banget,udah ayokk jalan ke kantin.. Konser di perutku udah mulai nih...”
Terpaksa aku ikutin Alka ke kantin,meskipun perutku masih kenyang. Aku terus memikkirkan Ravel yang masih belom datang juga.
_
Dreet..dreeet..dreett... Hp ku tiba-tiba bergetar tanda ada sms.
Ku baca sms itu,ternyata dari Ravel..
“Ian,aku minta tolong izinkan ya.. Hari ini aku gak sekolah,ada urusan keluarga..”
Aku membalasnya dengan cepat
“Oke Boss..!!!”
“Okok,Thanks !!!” Balas Ravel
“Urusan keluarga..?” Pikirku dalam hati penasaran dengan urusan Rave l itu.
_
Sejak aku dan Ravel  sahabatan,aku merasa ada yang salah dengan perasaanku. Aku merasa khawatir berlebihan sama Ravel.. Bukan hanya itu,aku juga sering marah gak jelas sama Ravel kalo dia lagi dekat sama cewek lain. Aku gak ngerti dengan  semua ini, apakah aku suka sama Ravel  atau  sekedar khawatir biasa..
Suara gemuruh teman-teman di kelasku waktu guru ke kantor siang itu buat aku tak tahan ingin cepat-cepat keluar dari kelas. Aku hanya duduk merasakan kantuk yang semakin mengganggu. Tiba-tiba aku terkejut mendengar suara Ravel menyindir seseorang,tak tau siapa yang di sindir. Dia berkata “jauh dari yang pertama,meskipun mau di gimanain aja..!!” dengan suara lantang. Aku bertanya-tanya di dalam hati, siapa yang dia maksud itu ?
Sejak kejadian itu aku selalu mencari tau tentang maksud kata-kata tersebut dan untuk siapa sindiran itu. Dan akhirnya aku tau juga dengan penelurusuranku sendiri. Ternyata sindiran itu untuk teman sekelasku juga,dia Anggi bisa di bilang dia juga dekat denganku. Ternyata Ravel pacaran sama dia,benar ku tak percaya semua ini. Bagaimana mungkin aku tak tau tentang mereka,padahal aku sangat dekat dengan Ravel.  Saat itu aku sangat benci sama Anggi,kanapa dia bisa melakukan itu,berhianat padaku. Padahal dia juga sudah tau kalau aku suka sama Ravel. Sejak saat itu Ravel jarang lagi berkumpul dengan aku dan Alka.
“Ian..nanti pulang sekolah kumpul yukk di rumah Ifa..”kata Ravel
“nggak.. ,aku capek.” Jawabku singkat
“Ok.” Jawab Ravel dengan singkatnya lalu pergi
Oiya,Ifa itu adalah sahabat Anggi,aku menolak ajakan Ravel karna aku tau dia pasti sama Anggi. Daripada hatiku jadi tambah panas,ya mending aku gak ikut aja. Ketika pulang sekolah,aku mencoba update status di facebookku.
“Pengen jujur tentang perasaanku selama ini..:( “
Tak lama ada yang mengomentari statusku itu,ternyata Ravel.
Ravel Andriana : “Jujur aja ,aku udah tau semua”
Septian Ian : “Emang kamu tau tentang apa ..?”
Ravel Andriana : “Ya pokoknya aku tau semuanya,emang mau tah di sebarkan di Fb ?”
Septian Ian : “Eh jangan,apa-apaan sih ??!!”

Sejak saat itu Ravel jarang lagi ngomentarin statusku di Facebook,malahan kalau di sekolah dia jarang lagi duduk di sampingku atau berbicara denganku. Dia seperti menjauhiku. Aku tau aku tak cantik seperti Anggi,aku jauh dari kriteria cewek idamannya. Tapi aku sama Alka masih tetap sahabatan meskipun persahabatan kita dengan Ravel masih terasa renggang. Setelah Ravel dan Anggi putus,aku sering melihat Ravel dan Alka pulang bareng,aku merasa kan cemburu lagi. Tapi aku sadar,kita ini sahabatan. Jadi,gak mungkin aku harus cemburu sama sahabatku sendiri.
Tapi,waktu itu aku sering melihat Ravel dan Alka pulang bareng terus. Hatiku  di makan api cemburu,aku sering marah gak jelas sama Alka di  sekolah. Yang membuat kita jadi tengkar terus. Waktu aku duduk sendiri di dalam kelas,tiba-tiba Alka mendekatiku.
“Kamu  apa-apain sih Ian..!! belakangan ini kamu sering marah-marah gak jelas sama aku..??!!!” Kata Alka berdiri di samping tempat aku duduk.
“Gak kenapa-kenapa...” Jawab ku singkat tanpa menoleh ke arahnya.
“Jelas-jelas kamu marah kayak gini ke aku, perasaan aku gak punya salah sama kamu..!”
“Pikir aja sendiri...!!” Kataku
“Oh.. aku tau, apa kamu kayak gini karna aku sering pulang sama Ravel..?” Tanya nya padaku yang membuat aku kaget.
“Hahhh..??  apa-apaan kamu ??!! nggak...!!!!!!” kulangkahkan kakiku pergi tinggalkan Alka.

-
Waktu aku hendak tidur,tiba-tiba handpone ku bergetar tanda ada sms masuk, ternyata dari Ravel..
“Kamu apa-apaan marah sama Alka..? emang dia punya salah apa..? kalau dia punya salah,bilang aja yang jelas jangan kayak gini. Ngediemin sahabat sendiri. Apa ini yang namanya sahabat,,?”
Ku balas sms Ravel dengan cepat.
“Kamu juga,ngapain kamu ikut-ikut hahh,,? Ini urusan aku sama Alka... dia emang sahabatku,tapi kenapa sahabat menyakiti sahabatnya sendiri,,,!!!”
“Aku Cuma mau ngasik tau aja... maksud kamu nyakitin gimana..?” Balas Ravel.
“Tanya aja sama Alka,....!!” Balas ku.
Agak lama Ravel nggak balas smsku, mungkin dia masih bicara sama Alka tentang apa yang terjadi.
“Oh...Kamu perhatian berlebihan sama aku karna kamu suka sama aku..?  trus kamu marah sama Alka gara-gara kita sering pulang bareng..??”  Balas Ravel
“Nggak..!!” Balasku singkat
“Halah... ngaku aja Ian... :D aku udah tau kok... malah aku udah lama banget taunya... hahaha..” balasnya yang membuat aku malu sama Ravel.
“Apaan sihh...? kamu mah... nggakk...!!!!” balasku..
“Hayo ngaku... lek nggak ngaku,tak sebarin di sekolah lohh..!!” balasnya memaksaku untuk jujur.
Tapi,mau gimana lagi,aku takut dia menyebarkan tentang perasaanku.. perasaan cinta pada sahabat sendiri, aku pun mengakui perasaanku.
“Iya.. aku emang suka sama kamu.. ngerti..??” Balaasku.
“hahaaha ternyata benar dugaanku...” balasnya.
“Iyaaa...” balasku cuek padanya.
Saat itu dia tak membalas lagi  sms ku. Aku sudah pasrah apakah dia menerimaku atau tidak. Yang aku fikirkan adalah mungkin dia akan lebih menjauhiku sekarang.
Benar saja,sejak percakapan kita di sms malem itu, dia jarang lagi deket hanya untuk sekedar tanya jawaban sama aku. Begitu pun Alka, dia juga mulai menjauhiku. Mungkin dia marah sama aku karena kejadian tempo hari. Sejak saat itulah hari-hariku sangat sepi tanpa canda tawa sahabat-sahabatku. Aku mulai sadar,karena cinta  aku rela mengorbankan persahabatanku.. memperjuangkan cinta yang belum pasti. Malah sebuah cinta yang tak aku dapatkan se titik pun dari sahabatku.
                                        -
Teeetttt......... tanda jam istirahat telah tiba. Aku mencoba menemui Alka untuk meminta maaf untuk semua yang telah aku lakukan padanya.
“Ka.. aku minta maaf,please.. aku sadar aku salah. Kamu mau maafin aku..???” pintaku pada Alka.
“Hah...?” jawabnya singkat sambil menatapku, lalu dia pergi tanpa menjawab permintaanku.
“Alka..!! tunggu..” teriakku berharap Alka mendengar dan berhenti.
Tapi tak ada gunanya, Alka tak mau mendengarkanku. Aku mencoba pergi ke Ravel yang sedang kumpul sama teman-temannya di lapangan untuk meminta maaf.
“Ravel... ikut aku bentar yuk..?” pintaku sambil menrik tangannya.
“Kemana ?” tanyanya singkat.
“Aku mau ngomong sama kamu,please ikut aku..”
Langsung aku bawa dia ke kantin sekolah untuk meminta maaf padanya.
“Vel,maafin aku ,aku tau aku salah. Aku udah berani menyukai sahabatku sendiri. Malah sampai mengorbankan persahabatan kita” jelasku
“iya gak papa.aku ngerti,malah aku yang harus minta maaf. Gara-gara wajah gantengku,kamu jadi suka sama aku.. hahaha!!” canda nya yang membuat aku jadi ngakak lagi sama dia.
“Hahahahaha.... ganteng dari hongkong..?” balasku
“haha,,tapi kenapa kamu suka sama aku kalo bukan dari kegantenganku yang tak ada tandingannya ini..?? hahh..?” candanya lagi yang membuat suasana yang aku kira tegang ini menjadi suasana keakkrapan.
“bisa jadi....bisa jadi... terus,kamu maafin aku dong..?” tanyaku tentang hal tadi.
“iya  aku udah maafin kamu kok.. tapi gimana sama Alka..? apa dia udah maafin kamu..?
“nggak,dia gak jawab permintaan maafku. Malah dia pergi sebelum dia menjawabnya.”
“hemm... kacau.. ayo ikut aku ...” ajaknya
“kemana..??” tanyaku padanya karena aku tak mengerti ajakannya.
“Ke Alka....!” Jawabnya singkat
                                        -
Dia membawa aku ke Alka yang sedang ngobrol bareng teman-teman di kelas. Dia seperti mau menghindar dariku. Tapi Ravel buru-buru memegang tangannya. Dan mengajaknya keluar kelas.
“Ka.. kamu gak maafin Ian..??? “ Tanyanya pada Alka yang tak mempalingkan mukanya pada kami.
“Biarin aja.... suru sapa marah-marah gak jelas sama sahabat sendiri kayak gitu..?” Jawab Alka
“Hallah  Cuma gitu aja. Maafin napa..? aku aja maafin dia.” Bujuknya pada Alka
Aku pun tak mau hanya diam,aku mencoba menerangkannya sama Alka dan meminta maaf  padanya.
“Iya Ka... Maafin aku ya.. Aku ngaku salah, tapi sekarang aku uda gak suka lagi kok sama Ravel.,. Beneran...” Bohongku padanya,tapi sebenarnya aku masih suka sama Ravel.
“Hahh..? udah gak suka..?beneran niii..” Jawab Alka tiba-tiba langsung membalikkan wajahnya pada kami yang sontak membuat kami kaget dengan suara nya yang keras.
“Iya beneran... tapi kenapa kamu seneng banget waktu aku bilang gitu...? Tanyaku penasaran
“Udah ah... aku uda maafin kamu. “Jawab Alka lain dari apa yang aku tanyakan padanya. Tapi aku masih penasaran dengan yang tadi.
“emmm jangan—jangan kamu juga suka sama Ravel ya... hayo ngaku....??!!” Pancingku
“nggak..apaan sihh..? “ jawabnya yang belum mengakui
“ngaku aja Ka.. sapa sih yang gak mau suka sama aku.. aku kan ganteng kayak gini..” sambung Ravel sambil pura-pura menata rambutnya dengan gayanya.
“Hallaahh... nggak kok.” Jaawab Alka singkat
“Kalo gak ngaku, mau di sebarin di depan kelas.. mau ?” pancing Ravel dengan kata-katnya sama seperti waktu dia bertanya padaku. Aku hanya bisa diam dengan semua ini.
“Hahhh..?? iya aku suka sama kamu,tapi jangan di sebar ya...” Ngakunya
“Hahahahah,,, ternyata 2 sahabtku sama-sama menyukaikuku.. aku loh ganteng” Kata Ravel tetap mengunggulkan ke gantengannya.
“Hooohhhhh...!! Teriak Aku dan Alka
“Tapi aku gak mau jadi pacar Ravel,aku maunya kita sahabatan aja kayak dulu.” Kata Alka pelan
“Heh non.. sapa juga yang pengen kamu jadi pacarku..? hahaa ke-GR an nihh..! Ejek Ravel yang sontak membuat aku dan Ravel tertawa ngakak.
“Heeheeh sorry ya... jadi malu..” Kata Alka senyum-senyum gara-gara ucapannya.
“Ternyata Persahabatan lebih indah dari pacaran ya... karena sahabat gak ada kata putus..” katakuu
“Iya.. karena sahabat selalu ada waktu kita senang maupun sedih” Sambung Ravel
“Karena sahabat mampu membuat kita selalu bisa ngakak kayak gini.” Sambung Alka


THE END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata-kata Jeritan Hati - PUISI

Hy gaeys...  nih puisi asmara pada zaman sekarang,  puisi ini aku buat untuk mewakili perasaan yg aku rasa waktu itu. meski gak bagus bgt ya.. :D  Jeritku Lebih baik aku tak melihat dan bertemu denganmu karna kau bukan yang dulu lagi sungguh ku tak tega padamu kau terlihat seperti preman di pasar-pasar kota jahat, tak perduli itulah sifatmu apa benar kau dibutakan oleh cinta ? hingga kau tak tau orang disekitarmu  kau hanya mengingatnya disaat kau perlu saja setelah itu kau campakkan tak sekalian saja kau meminta padanya padanya orang yang kau anggap sempurna bukanlah orang yang terus menerus kau perlakukan bak boneka ! Mengapa Mengapa mengapa kau beri harapan hanya padanya mengapa tidak begitu juga padaku padahal aku punya alasan yang sama  memang ku sadari.. ku tak sempurna seperti dia     tapi..     izinkan aku merasakan yang dia rasa     bisa memiliki hatimu     ...